JAKARTA, AFU.ID — Dua bocah yang tenggelam di Sungai Danau, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah hilang sekitar dua hari. Keduanya sebelumnya dilaporkan terseret arus saat berada di kawasan sungai tersebut.
Korban masing-masing berinisial K berusia 12 tahun dan M berusia 11 tahun. Keduanya merupakan warga Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan laporan kejadian diterima pada Sabtu, (13/6/2026) sekitar pukul 13.20 WITA. Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian.
“Sejak laporan diterima, Tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Putu dalam keterangannya di Banjarmasin, Senin, (15/6/2026).
Petugas kemudian berkoordinasi dengan unsur terkait dan menghimpun keterangan dari warga serta saksi di sekitar lokasi. Informasi awal itu digunakan untuk menentukan titik pencarian di sepanjang aliran Sungai Danau.
Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan sungai menggunakan perahu karet. Tim juga memantau bantaran sungai dan memetakan area yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus.
Setelah pencarian intensif, kedua korban ditemukan secara bertahap di aliran Sungai Danau. Korban terakhir ditemukan pada Senin sekitar pukul 06.05 WITA atau sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Kedua korban kemudian dievakuasi tim SAR gabungan menuju Puskesmas Satui. Petugas medis menyatakan keduanya telah meninggal dunia saat ditemukan.
Putu menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia juga mengapresiasi unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian selama dua hari.
Operasi tersebut melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, unsur perusahaan, dan masyarakat setempat. Keterlibatan warga membantu mempercepat penyisiran di sejumlah titik sungai.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan soal keselamatan anak di sekitar sungai dan perairan terbuka. Pengawasan orang dewasa menjadi penting karena arus sungai dapat berubah cepat dan membahayakan anak-anak yang beraktivitas di sekitarnya.
Kantor SAR Banjarmasin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar sungai. Orang tua juga diminta tidak membiarkan anak-anak bermain di area perairan tanpa pengawasan. (RHU)