JAKARTA, AFU.ID - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai kebijakan mitigasi dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax perlu difokuskan pada perlindungan daya beli kelompok rentan. Menurut ekonom tersebut, meski Pertamax umumnya digunakan kelompok menengah ke atas, kenaikan harganya tetap berpotensi memengaruhi biaya transportasi, distribusi, hingga harga pangan.
Ekonom Josua menyebut pemerintah perlu memperkuat bantuan sosial yang tepat sasaran bagi rumah tangga rentan, pekerja informal, pengemudi angkutan umum, nelayan kecil, serta pelaku UMKM yang terdampak. Bentuk dukungan dapat berupa bantuan tunai sementara, bantuan pangan, dan subsidi biaya distribusi.
“Karena itu, fokus kebijakan harus menjaga daya beli kelompok rentan dan mencegah kenaikan harga meluas ke barang kebutuhan pokok,” kata ekonom Josua saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Ia juga merekomendasikan stabilisasi harga pangan melalui penguatan cadangan pangan, operasi pasar, serta distribusi antardaerah dari wilayah surplus ke wilayah defisit. Selain itu, dukungan sementara bagi sektor transportasi dan logistik dinilai penting untuk menahan kenaikan tarif.
Ekonom tersebut menambahkan pemerintah perlu memperketat pengawasan penggunaan BBM bersubsidi agar tidak terjadi peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Ia juga mendorong reformasi subsidi energi dalam jangka menengah agar lebih tepat sasaran dan berbasis penerima manfaat.