JAKARTA, AFU.ID — Sejumlah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengalami penurunan pada Juli 2026. Penurunan paling besar terjadi pada produk diesel, sementara harga Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Pertamax Green 95 tidak berubah. Harga baru tersebut telah berlaku sejak 1 Juli 2026 dan masih menjadi acuan pada Senin (13/07/26). Untuk wilayah DKI Jakarta, Pertamina Dex turun Rp3.650 per liter, dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter.
Dexlite turun Rp3.300 dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter. Sementara Pertamax Turbo mengalami penurunan Rp1.450, dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Pertamina tidak mengubah harga Pertamax dan Pertamax Green 95. Harga Pertamax tetap Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dipatok Rp17.000 per liter. Harga BBM bersubsidi juga tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar berada di harga Rp6.800 per liter.
Berikut daftar harga BBM Pertamina di DKI Jakarta:
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp16.250 per liter
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Penurunan harga juga dilakukan pengelola SPBU swasta:
BP Ultimate Diesel turun Rp3.720, dari Rp25.060 menjadi Rp21.340 per liter.
Harga BP 92 tetap Rp16.670 per liter.
BP Ultimate bertahan di Rp17.240 per liter.
Shell Indonesia:
Shell V-Power Diesel turun Rp3.150, dari Rp24.490 menjadi Rp21.340 per liter.
Harga tersebut berlaku di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Vivo:
Revvo 92 dijual Rp16.670 per liter.
Revvo 95 Rp17.240 per liter.
Diesel Primus Plus turun menjadi Rp21.340 per liter.
Dengan penyesuaian tersebut, produk diesel nonsubsidi mengalami penurunan paling besar dibandingkan produk bensin. Namun, harga dapat berbeda antarwilayah karena dipengaruhi pajak bahan bakar kendaraan bermotor dan kebijakan masing-masing badan usaha. (RHU)