Jakarta, AFU.ID — Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, hilirisasi di subsektor industri logam berkontribusi signifikan terhadap realisasi investasi.
"Pertama, karena setiap investasi di mineral logam itu pasti membutuhkan dana besar, sehingga sekali masuk mereka akan mendapatkan investor besar kira-kira begitu. Kedua, kalau kita berhasil meyakinkan investor besar seperti itu, maka sekali dapat memang langsung signifikan mempengaruhi realisasi investasi kita," ujar Eko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Di samping itu, harga komoditas mineral logam sendiri dalam bentuk masih primer kecenderungannya sudah mulai naik dan ini juga ikut mempengaruhi.
Sebagai informasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan kontribusi investasi dari sektor hilirisasi masih cukup besar, yakni sekitar 30 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia.
"Hilirisasi masih menjadi salah satu kontribusi yang besar, kurang lebih 30 persen dari seluruh investasi yang ada dan yang masuk ke Indonesia," ujar Rosan.
Berdasarkan paparan Kementerian Investasi dan Hilirisasi, subsektor dengan perkiraan realisasi investasi terbesar pada triwulan I 2026 antara lain industri logam dasar sekitar Rp67 triliun, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sekitar Rp54 triliun, serta sektor pertambangan sekitar Rp51 triliun.
Selain itu, kontribusi investasi juga diperkirakan berasal dari sektor jasa lainnya sekitar Rp43 triliun serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sekitar Rp36 triliun.
Rosan menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat berbagai kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi guna mendukung pencapaian target ekonomi nasional. (ANT/RHA)