AFU.ID - Menjelang momentum hari raya Idul Fitri, kewaspadaan terhadap ancaman inflasi kian meningkat menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) yang dilaporkan sempat menembus angka 120 dolar AS per barel dikhawatirkan akan memicu efek domino terhadap biaya transportasi logistik dan tarif tiket penumpang angkutan mudik.
Merespons kondisi tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani mewanti-wanti pemerintah agar segera menyiapkan skema intervensi pasar. Ia meminta agar lonjakan harga komoditas energi global ini tidak diteruskan ( pass-through) secara penuh kepada masyarakat yang bersiap merayakan Lebaran.
Puan menegaskan bahwa pemerintah memegang kendali penuh atas regulasi batas atas tarif transportasi dan instrumen subsidi. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil harus mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Kami akan meminta sesudah suatu kebijakan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, jangan sampai kemudian membebani atau memberatkan rakyat," ujar Puan di Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.
Politisi PDI Perjuangan ini membeberkan bahwa fokus utama DPR pada masa persidangan ini adalah pengawasan ketersediaan bahan pokok dan kestabilan tarif transportasi publik.
"Makanya salah satu poin yang tadi saya sampaikan, yaitu terkait dengan kondisi menjelang Idul Fitri, apakah itu terkait dengan biaya transportasi, kemudian juga sandang, pangan, kemudian hal-hal lain. Jangan sampai menjelang Lebaran, ada hal-hal yang tidak diantisipasi dan dimitigasi sehingga membebani dan memberatkan masyarakat," tegasnya.
Di luar isu mudik, Puan juga menjawab pertanyaan media mengenai rencana ratifikasi perjanjian tarif global antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menegaskan DPR masih menunggu rincian dari kementerian terkait, namun menaruh harapan agar kesepakatan tersebut menguntungkan posisi dagang Indonesia.
"Kami berharap tarif terbaik dan yang paling sama-sama menguntungkan di antara dua negara," tambahnya. (*)