AFU.id

APBN Tetap Sehat dan Kredibel Hingga Akhir Mei 2026, Purbaya Yakin Ekonomi Nasional Terus Bertumbuh

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

APBN Tetap Sehat dan Kredibel Hingga Akhir Mei 2026, Purbaya Yakin Ekonomi Nasional Terus Bertumbuh
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Kemenkeu RI)

Kenaikan sektor penerimaan perpajakan juga menjadi penopang utama lonjakan pendapatan total komponen fiskal. Komponen Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencatat pertumbuhan hampir 20%. Sektor perpajakan memperlihatkan grafik perbaikan performa yang sangat tajam daripada capaian tahun lalu.

“Yang paling menarik adalah pendapatan pajak naik 22,1 persen. Jadi, ada perbaikan yang signifikan di pajak dibandingkan dengan kondisi tahun lalu,” tutur Purbaya.

Pemerintah RI lantas mengalokasikan anggaran belanja untuk mendukung berbagai program prioritas pembangunan nasional. Total penyerapan dana belanja negara meroket hingga mencapai angka Rp1.365,4 triliun.

Percepatan distribusi anggaran bertujuan agar stimulus ekonomi mengalir merata ke seluruh wilayah. Angka defisit fiskal bertahan pada level 0,70% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Posisi keseimbangan primer kembali mencetak catatan surplus senilai Rp58,6 triliun rupiah. Pencapaian positif itu mencerminkan tata kelola keuangan yang jauh lebih sehat serta berkelanjutan. Pengelolaan anggaran negara kini menunjukkan tingkat kesinambungan yang lebih baik daripada sebelumnya.

“Surplus keseimbangan primer sekarang 58,6 triliun rupiah, sudah positif lagi. Artinya, anggaran kita sekarang lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya,” papar Menkeu Purbaya.

Kemenkeu RI berkomitmen mengoptimalkan fungsi instrumen keuangan sebagai peredam kejut dari berbagai tekanan eksternal. Kebijakan fiskal yang kredibel akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional secara jangka panjang. Penguatan stabilitas pasar menjadi fokus utama dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan masa depan.

“Ke depan, pemerintah akan terus menjaga APBN tetap sehat, prudent, adaptif, dan kredibel. Hal itu guna memperkuat stabilitas, menjaga momentum pertumbuhan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” pungkas Purbaya. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi