Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Perjalanan Persebaya di Piala Presiden 2026: Sentuhan Magis Bernardo Tavares, Bawa Bajul Ijo Juara Tanpa Terkalahkan
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Persebaya Surabaya berhasil menjuarai Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti dengan skor 7-6 di final yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Keberhasilan ini menjadi yang pertama bagi Persebaya sepanjang sejarah turnamen, setelah sebelumnya gagal di final 2019, dan ditandai dengan penampilan impresif tanpa kekalahan dari fase grup hingga final. Di semifinal, Persebaya juga sukses mengalahkan rival abadinya, Arema FC, dengan skor 1-0, sehingga mengukuhkan dominasi tim asuhan Bernardo Tavares di turnamen tersebut.
Skuad Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026. (Dok. Persebaya)
JAKARTA,AFU.ID — Persebaya Surabaya sukses menuntaskan perjalanan impresifnya dengan menjuarai Piala Presiden 2026 usai mengalahkan Persib Bandung lewat drama adu penalti 7-6 pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Gelar tersebut menjadi trofi Piala Presiden pertama dalam sejarah Bajul Ijo setelah sebelumnya gagal pada final edisi 2019. Keberhasilan itu sekaligus melengkapi laju konsisten Persebaya sejak fase grup hingga partai puncak.
Persebaya mengawali turnamen sebagai tuan rumah Grup B dan tampil sempurna dengan menyapu bersih seluruh pertandingan. Bajul Ijo mengalahkan Persija Jakarta 1-0, menundukkan PSMS Medan 1-0, lalu bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Port FC 2-1. Sembilan poin yang diraih memastikan tim asuhan Bernardo Tavares lolos ke semifinal sebagai juara grup.
Singkirkan Arema di Semifinal
Pada babak semifinal, Persebaya harus menghadapi rival abadinya, Arema FC, dalam Derbi Jawa Timur. Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal, tetapi Bajul Ijo mampu memecah kebuntuan lewat sundulan Yuran Fernandes pada masa injury time babak pertama setelah memanfaatkan sepak pojok Francisco Rivera. Keunggulan tersebut bertahan hingga peluit panjang dan memastikan Persebaya melaju ke partai final dengan kemenangan 1-0.
Selepas turun minum, Persebaya tampil lebih dominan dan semakin leluasa mengontrol permainan setelah Arema bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Diego Landis. Meski beberapa peluang gagal dikonversi menjadi gol tambahan, lini pertahanan Bajul Ijo tetap tampil disiplin hingga laga berakhir. Kemenangan itu sekaligus memperpanjang tren positif Persebaya sepanjang turnamen.
Persebaya kembali menunjukkan mental kuat saat menghadapi Persib Bandung pada laga final. Bajul Ijo sempat unggul melalui Ramadhan Sananta, namun Persib membalas tiga menit kemudian lewat Patricio Matricardi sehingga skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak perpanjangan waktu berakhir. Penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti.
Pada babak tos-tosan, Persebaya tampil lebih tenang dan keluar sebagai pemenang dengan skor 7-6. Reza Arya menjadi pahlawan setelah menggagalkan eksekusi Alhamra Hehanussa, sebelum Gledson memastikan kemenangan Bajul Ijo lewat tendangan penentu. Gelar tersebut membuat Persebaya berhak membawa pulang hadiah juara sebesar Rp8 miliar, sementara Persib sebagai runner-up menerima Rp3,5 miliar. (RAI)