JAKARTA, AFU.ID — Tim nasional Meksiko memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Korea Selatan dengan skor tipis 1-0 pada laga kedua Grup A di Stadion Akron, Guadalajara, Jumat (19/6/2026). Kemenangan itu membuat Meksiko mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan menjadi tim pertama yang memastikan tiket ke fase gugur.
Pertandingan berlangsung terbuka sejak menit awal dengan kedua tim langsung bermain agresif. Korea Selatan mengandalkan kecepatan Son Heung-min dan Lee Kang-in, sementara Meksiko membalas lewat tekanan yang dipimpin Roberto Alvarado dan Brian Gutierrez.
Meksiko memperoleh peluang lebih dulu melalui Gutierrez dan Alvarado pada awal pertandingan. Namun, kiper Korea Selatan masih mampu mengamankan ancaman yang datang ke gawangnya.
Tak tinggal diam, Korea Selatan beberapa kali mengancam pertahanan lawan. Salah satu peluang terbaik datang pada menit ke-18 ketika Son Heung-min nyaris membawa timnya unggul sebelum digagalkan sapuan krusial Edson Álvarez di garis gawang. Jual beli serangan terus terjadi sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, Meksiko langsung meningkatkan intensitas permainan. Tim asuhan Javier Aguirre tampil lebih menekan dan mulai memaksa Korea Selatan bertahan lebih dalam.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50 melalui Luis Romo. Gelandang Meksiko itu memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.
Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan dan memaksa Korea Selatan bermain lebih menyerang. Lee Kang-in menjadi motor serangan dengan beberapa percobaan dari luar kotak penalti untuk mencari gol penyama kedudukan.
Tekanan Korea Selatan semakin meningkat menjelang akhir laga. Sejumlah peluang tercipta melalui skema bola mati dan serangan cepat, namun belum mampu menembus pertahanan rapat Meksiko.
Kiper Meksiko, Raúl Rangel, tampil gemilang pada menit-menit krusial pertandingan. Ia menggagalkan beberapa peluang emas yang diperoleh Cho Gue-sung dan Hwang In-beom untuk menjaga keunggulan timnya.
Korea Selatan terus menggempur pertahanan lawan hingga masa tambahan waktu. Rentetan sepak pojok yang diperoleh tidak mampu dimaksimalkan menjadi gol penyama kedudukan. (ANT/RAI)