Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Franco Baresi Tutup Usia, Begini Perjalanan Sang Libero Legendaris AC Milan dan Timnas Italia
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Franco Baresi. (Dok. These Fotball Times)
JAKARTA, AFU.ID— Dunia sepak bola berduka setelah legenda AC Milan dan Timnas Italia, Franco Baresi, meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026) dalam usia 66 tahun. Kabar duka tersebut diumumkan langsung oleh AC Milan melalui laman resminya Dalam pernyataannya, AC Milan menyebut kepergian Baresi sebagai kehilangan besar bagi klub. Rossoneri mengenang mantan kaptennya itu sebagai sosok yang selama puluhan tahun menjadi simbol loyalitas, kepemimpinan, dan identitas klub.
Baresi diketahui terakhir kali tampil di hadapan publik saat menghadiri seremoni pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan di Stadion San Siro pada Februari 2026. Sejumlah media Italia melaporkan Baresi sempat menjalani operasi akibat benjolan di paru-paru sebelum akhirnya meninggal dunia. Namun, hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi resmi dari keluarga maupun pihak rumah sakit mengenai penyebab wafatnya sang legenda.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi AC Milan dan sepak bola Italia yang pernah menikmati masa keemasan bersama dirinya. Franco Baresi adalah sosok yang identik dengan AC Milan sepanjang karier profesionalnya. Ia menembus tim utama pada 1977 dan memilih tetap bertahan meski Rossoneri sempat dua kali terdegradasi ke Serie B. Loyalitas selama dua dekade itu membuatnya dikenang sebagai salah satu one club man terbaik dalam sejarah sepak bola.
Baresi juga menjadi salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Italia. Berposisi sebagai sweeper atau libero, ia dikenal memiliki kemampuan membaca permainan, kepemimpinan, dan ketenangan dalam mengawal lini pertahanan. Bersama Timnas Italia, ia mencatatkan 81 penampilan dan menjadi bagian dari skuad juara Piala Dunia 1982.
Atas dedikasi dan prestasinya, AC Milan memensiunkan nomor punggung 6 yang selama bertahun-tahun melekat di punggung Baresi. Warisan yang ditinggalkannya bukan hanya berupa trofi, tetapi juga standar kepemimpinan dan kesetiaan yang hingga kini masih menjadi simbol kebesaran Rossoneri. Nama Franco Baresi pun akan selalu dikenang sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah AC Milan dan sepak bola dunia.