AFU.id

Penanganan Karhutla di Kalteng Dipercepat, Dukungan Operasi Modifikasi Cuaca Ditambah

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Pemerintah Indonesia mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dengan fokus pada pemadaman titik api kecil untuk mencegah perluasan dampak yang mengancam keselamatan masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menekankan pentingnya koordinasi dan keselamatan personel dalam operasi pemadaman, serta menambah dukungan operasional, termasuk modifikasi cuaca dan armada pesawat, guna meningkatkan efektivitas penanganan. Selain itu, kolaborasi antara berbagai instansi dan kesiapan logistik diharapkan dapat meminimalkan dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.

Penanganan Karhutla di Kalteng Dipercepat, Dukungan Operasi Modifikasi Cuaca Ditambah
Menko Polkam RI, Djamari Chaniago memberi arahan terkait penanganan kepada petugas Posko Lapangan Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalteng. (Foto: Kemenko Polkam RI)

Dukungan Operasi Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng

Penanganan karhutla di Kalteng pu mendapat penguatan melalui penambahan dukungan dari pemerintah pusat, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC), kesiapan armada pesawat tambahan, serta pemenuhan logistik dan peralatan pemadaman. Saat ini, dua pesawat OMC telah diterbangkan untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah terdampak. Kemenko Polkam RI juga tak menutup kemungkinan penambahan armada apabila kondisi di lapangan memerlukannya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau, dan seluruh unsur terkait mengerahkan mobil tangki air guna memperkuat operasi pemadaman. Evaluasi terhadap kekuatan Satuan Tugas (Satgas) Darat juga berjalan yang mencakup jumlah personel, pompa air, selang, dan perlengkapan pendukung lainnya agar efektivitas operasi tetap terjaga. “Mudah-mudahan, hujan segera turun, sehingga proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif,” tuturnya.

Sementara itu, Herman Wibowo selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau melaporkan bahwa tim gabungan yang terdiri atas Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Manggala Agni, dan unsur terkait terus berupaya mencegah api meluas ke pemukiman maupun jalan raya. Perubahan arah angin masih menjadi tantangan utama di lapangan yang membuat mobil tangki air ditempatkan di sejumlah titik strategis. Langkah itu untuk menghambat penyebaran api dan mengurangi gangguan terhadap jalur transportasi akibat asap pekat.

Upaya percepatan tersebut menunjukkan keberhasilan pengendalian karhutla di Kalteng tak hanya ditentukan oleh kekuatan pemadaman. Akan tetapi, juga oleh koordinasi lintas instansi, kesiapan logistik, serta kemampuan merespons perubahan kondisi lapangan secara cepat. Dengan begitu, dampak terhadap masyarakat pun dapat ditekan semaksimal mungkin. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi