JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terus mengakselerasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Melansir website KKP RI, Sabtu (30/5/2026), lebih dari 1.000 KNMP di berbagai wilayah Indonesia ditargetkan rampung pada tahun 2026.
Sementara pada tahun 2025 kemarin, sebanyak 100 lokasi sudah terbangun dengan estimasi serapan 17.550 orang tenaga kerja.
Selain itu, 65 dari 100 lokasi KNMP pada pembangunan tahap awal sudah rampung 100%.
Menteri KKP RI, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan program prioritas nasional (PSN) tersebut akan menjadi ekosistem perikanan terintegrasi dari kawasan hulu.
Yang mana, melibatkan para nelayan, rantai dingin, hingga konektivitas dengan industri pengolahan dan pasar.
Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, pembenahan sektor hulu perikanan sangat penting untuk memperkuat hilirisasi dan meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia.
Oleh karenanya, Menteri Trenggono bersama jajaran turut memastikan kesiapan Unit Pengolahan Ikan (UPI) di berbagai daerah Indonesia menyambut kehadiran KNMP.
Terlebih lagi, UPI berperan sebagai elemen penguat rantai pasok perikanan nasional dan penyerap hasil tangkapan nelayan, termasuk dari kawasan KNMP.
“Kalau Kampung Nelayan Merah Putih berjalan, saya jamin kualitas produknya bagus karena rantai penanganannya dibenahi dari awal,” ungkap Menteri Trenggono.
“Industri pengolahan juga akan jauh lebih mudah menyerap hasil tangkapan nelayan,” sambung Menteri KKP RI ini.
Ia menilai, tantangan utama sektor perikanan kini bukan terletak pada hilir atau pasar, melainkan pembenahan sektor hulu, mulai dari produksi, penanganan ikan, hingga penguatan ekosistem nelayan.
“Maka dari itu, pemerintah lagi membenahi sektor hulu melalui program Kampung Nelayan Merah Putih,” tutur Sakti Wahyu Trenggono.
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi salah satu wilayah strategis pengembangan KNMP, mengingat karakteristik wilayah kepulauan, tingginya aktivitas sektor perikanan, dan kedekatannya dengan jalur perdagangan internasional.
Sejumlah lokasi KNMP yang KKP RI sedang kembangkan di Provinsi Kepri, antara lain berada di Natuna dan Batam.
Konsep KNMP berbasis klaster yang menghubungkan kawasan nelayan, sentra pendistribusian, pelabuhan perikanan, hingga unit pengolahan ikan dan pasar ekspor.
Dengan sistem tersebut, hasil tangkapan nelayan dapat tertangani lebih baik sejak pendaratan ikan hingga masuk ke rantai pendistribusian dan pengolahan agar kualitas mutu hasil tangkapan terjamin.
Menteri Trenggono memastikan, kementeriannya ingin memastikan sumber daya perikanan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi nelayan lokal dan masyarakat pesisir agar produktivitas maupun kesejahteraan meningkat.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih ini peluangnya besar, jadi daerah harus aktif menangkap peluang supaya manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat nelayan,” pungkasnya. (ADR)