JAKARTA, AFU.ID - PT PLN (Persero) melaporkan telah memulihkan sekitar 63,36 persen pasokan listrik di wilayah Sumatra, mencakup Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, setelah gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang terjadi sejak Jumat (22/5/2026).
Hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 10.00 WIB, lebih dari 8,3 juta pelanggan sudah kembali mendapatkan aliran listrik dari total 13,1 juta pelanggan yang sempat terdampak.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa sejak awal gangguan sekitar pukul 18.44 WIB, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan. Dari hasil awal, gangguan diduga dipicu cuaca buruk yang berdampak pada sistem kelistrikan Sumatra.
"Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Dalam waktu sekitar dua jam, jaringan transmisi yang bermasalah berhasil kembali dipulihkan. Setelah itu, PLN fokus menghidupkan kembali pembangkit yang sempat terdampak agar bisa disinkronkan dengan sistem transmisi yang sudah kembali normal.
“Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal. Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh,” jelas Darmawan.
Pemulihan dilakukan bersamaan pada berbagai titik, mulai dari transmisi, gardu induk, hingga pembangkit di sistem kelistrikan Sumatra. Untuk mempercepat proses, PLN mengerahkan ratusan petugas yang bekerja selama 24 jam di wilayah terdampak, termasuk Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh.
Darmawan menjelaskan, hingga Sabtu pagi pukul 10.00 WIB, sekitar 3.192 MW dari total 5.334 MW daya yang sempat terganggu sudah kembali tersalurkan. Selain itu, 157 dari 176 gardu induk juga telah kembali beroperasi, sehingga 8.351.670 pelanggan kembali menerima pasokan listrik.
“Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman,” ujar Darmawan.
PLN juga terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar dan sistem kembali normal.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistikan bisa segera pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan secepat mungkin,” tutup Darmawan. (FAD)