Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Jumlah kasus Ebola yang terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) terus mengalami peningkatan. Otoritas kesehatan setempat melaporkan total kasus kini mencapai 598, dengan 115 di antaranya berakhir dengan kematian.
Dalam laporan terbaru yang dirilis pada Selasa (9/6/2026), tercatat tambahan 48 kasus baru pada Senin (8/6). Dari jumlah tersebut, 14 pasien dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga pasien lainnya dinyatakan sembuh. Dengan tambahan tersebut, total pasien Ebola yang berhasil pulih sejauh ini mencapai 22 orang. Namun, tren kasus yang terus naik menunjukkan penularan masih berlangsung aktif di tengah masyarakat.
Otoritas kesehatan menyebutkan peningkatan kasus terjadi secara bertahap dari minggu ke minggu. Kondisi ini menandakan adanya penularan berkelanjutan yang berpotensi meluas ke wilayah lain jika tidak segera dikendalikan. Saat ini, sebanyak 297 pasien masih menjalani perawatan atau isolasi. Angka tersebut terdiri atas 113 kasus terkonfirmasi dan 184 kasus suspek yang masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
Laporan juga mengungkapkan situasi keamanan di beberapa wilayah turut menghambat penanganan wabah. Aktivitas kelompok bersenjata di Provinsi Ituri, yang menjadi pusat penyebaran, membatasi akses tim kesehatan ke sejumlah zona rawan.
Wabah Ebola kali ini disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo dan secara resmi diumumkan oleh Kementerian Kesehatan RD Kongo pada 15 Mei. Sejak saat itu, penyebaran kasus terus menjadi perhatian serius otoritas kesehatan nasional.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) turut memperingatkan upaya penanggulangan menghadapi kendala besar di lapangan. Fasilitas kesehatan di wilayah terdampak dilaporkan masih kekurangan air bersih, peralatan medis, hingga perlengkapan perlindungan diri. (ANT/RAI)