AFU.id

Apartemen LRT City Mangkrak, 2.400 Konsumen Terjebak Ketidakpastian Serah Terima Unit

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Keterlambatan penyelesaian Apartemen LRT City menyebabkan sekitar 2.400 konsumen terjebak dalam ketidakpastian serah terima unit, yang seharusnya dilakukan antara 2023 hingga 2024. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia telah melakukan mediasi antara pihak developer, PT Adhi Commuter Properti Tbk, dan konsumen untuk mencari solusi, namun perusahaan mengaku kesulitan memenuhi permintaan pengembalian dana akibat tekanan likuiditas. Dalam upaya mencapai penyelesaian yang adil, Kementerian PKP RI berencana membentuk kelompok komunikasi yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk konsumen dan lembaga perbankan.

Apartemen LRT City Mangkrak, 2.400 Konsumen Terjebak Ketidakpastian Serah Terima Unit
Konsep Apartemen LRT Ciracas yang hingga kini belum rampung 100%. (Foto: LRT City)

Apartemen LRT City Tunggu Kepastian Penyelesaian dan Perlindungan Konsumen

Sementara itu, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendorong penyelesaian kasus wanprestasi secara cepat melalui layanan responsif. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga mengapresiasi Kementerian PKP RI yang melakukan mediasi dan berharap tercapainya solusi yang adil bagi konsumen maupun developer. Kedua lembaga itu menekankan pentingnya penyelesaian sesuai aturan dan kepentingan konsumen.

Sebagai tindak lanjut, Maruarar Sirati meminta Tim BENAR-PKP menyiapkan regulasi pendukung, pemetaan lapangan, dan pengumpulan data secara komprehensif. Kementerian PKP RI juga akan membentuk kelompok komunikasi bersama yang akan melibatkan konsumen, pengembang, dan pemerintah. Pertemuan lanjutan terjadwal pada Jumat (31/7/2026) nanti dengan kemungkinan melibatkan unsur perbankan dan lembaga terkait lainnya.

Dengan 2.400 konsumen yang masih menunggu unit dan sejumlah proyek menghadapi persoalan penyelesaian berbeda, kasus tersebut tak cukup dengan mediasi administratif. Kepastian jadwal, keterbukaan kondisi proyek, dan skema penyelesaian yang terukur menjadi ukuran utama keberhasilan pemerintah dan developer memulihkan kepercayaan konsumen. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi