JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah Indonesia memperluas sumber pasokan minyak dari kawasan Afrika dan Amerika Latin sebagai langkah mengurangi ketergantungan terhadap jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz yang rentan terdampak ketegangan geopolitik.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno mengatakan Indonesia saat ini memperkuat kerja sama dengan sejumlah negara produsen minyak di Afrika, seperti Aljazair, Nigeria, dan Angola.
“Kita sekarang banyak bekerja sama dengan Aljazair, Nigeria, Angola; banyak negara Afrika,” kata Havas seusai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pemerintah mencari sumber pasokan minyak dari negara-negara yang tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi energi akibat dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
“Kita mencari negara-negara yang tidak tergantung pada Selat Hormuz,” ujarnya.
Havas mengatakan Indonesia sejauh ini telah menerima pasokan minyak dari sejumlah negara Afrika dan belum menghadapi kendala berarti dalam proses pengadaan maupun distribusinya.
“Kita sudah banyak menerima pasokan minyak dari Afrika. Sejauh ini kita baik-baik saja,” katanya.
Selain Afrika, pemerintah juga menjajaki peluang kerja sama energi dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin yang memiliki cadangan minyak dan gas bumi cukup besar.
“Kami sedang mencari banyak negara di sana yang memiliki potensi migas. Hampir semua negara di Amerika Latin punya potensinya,” ujar Havas.
Upaya diversifikasi sumber energi tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan apabila terjadi hambatan pada jalur pelayaran utama dunia.
Sebelumnya, Pertamina menyatakan terus mencari alternatif sumber energi dari berbagai kawasan, termasuk Afrika, guna memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Pemerintah mencatat sebagian impor minyak mentah Indonesia masih bergantung pada jalur distribusi melalui Selat Hormuz. Karena itu, perluasan sumber pasokan dari kawasan lain dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri. (RHU)