Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Apa Itu FIFA ASEAN Cup? Ini Bedanya dengan Piala AFF, Format, Peserta hingga Hadiahnya
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
FIFA ASEAN Cup akan diluncurkan pada 2026 sebagai kompetisi resmi di bawah naungan FIFA, berbeda dari Piala AFF yang telah ada sejak 1996. Turnamen ini akan melibatkan 14 negara yang dibagi dalam dua divisi berdasarkan peringkat FIFA, dan diharapkan meningkatkan kualitas pertandingan dengan kehadiran pemain terbaik, karena diselenggarakan pada kalender resmi FIFA. Selain itu, hadiah yang ditawarkan FIFA ASEAN Cup jauh lebih besar, dengan juara Divisi Satu berpotensi meraih hadiah sebesar US$1 juta, serta dana partisipasi untuk setiap peserta.
Pemain tim nasional, Ole Romeny, di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA)
JAKARTA, AFU.ID — FIFA ASEAN Cup akan menjadi wajah baru sepak bola Asia Tenggara mulai 2026 dengan menghadirkan kompetisi resmi yang berada di bawah naungan FIFA. Turnamen ini berbeda dengan ASEAN Championship atau Piala AFF yang selama ini menjadi ajang antarnegara Asia Tenggara karena penyelenggara, format, hingga kalender pertandingannya tidak sama. Kehadiran FIFA ASEAN Cup juga diharapkan membuat persaingan semakin kompetitif karena seluruh negara dapat menurunkan pemain terbaiknya.
FIFA ASEAN Cup pertama kali diperkenalkan Presiden FIFA Gianni Infantino saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Oktober 2025. Turnamen ini lahir melalui nota kesepahaman antara FIFA dan ASEAN sebagai bagian dari penguatan kerja sama pengembangan sepak bola di kawasan. Dalam pelaksanaannya, FIFA akan bekerja sama dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), dan seluruh asosiasi anggota FIFA di Asia Tenggara untuk menyusun format kompetisi.
Meski sama-sama mempertemukan tim nasional Asia Tenggara, FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF memiliki sejumlah perbedaan mendasar. Piala AFF atau yang kini bernama ASEAN Hyundai Cup merupakan turnamen milik AFF yang telah bergulir sejak 1996, sedangkan FIFA ASEAN Cup merupakan kompetisi baru yang diselenggarakan langsung oleh FIFA. Selain itu, Piala AFF digelar di luar kalender resmi FIFA, sementara FIFA ASEAN Cup masuk dalam agenda FIFA Matchday.
Perbedaan jadwal tersebut membuat dampaknya terasa langsung terhadap komposisi pemain setiap tim. Pada Piala AFF, klub tidak memiliki kewajiban melepas pemain sehingga sejumlah negara kerap tampil tanpa kekuatan terbaiknya. Sebaliknya, FIFA ASEAN Cup berlangsung pada jeda internasional sehingga seluruh klub wajib melepas pemain yang dipanggil tim nasional sesuai regulasi FIFA.
Kondisi tersebut menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia yang selama beberapa edisi Piala AFF sering kehilangan pemain yang berkarier di luar negeri. Nama-nama seperti Emil Audero, Jay Idzes, Kevin Diks, hingga Calvin Verdonk berpotensi tampil apabila dipanggil karena kompetisi berlangsung pada kalender resmi FIFA. Selain memperkuat kualitas pertandingan, setiap laga juga berpotensi memberikan tambahan poin ranking FIFA sesuai sistem Elo yang digunakan badan sepak bola dunia tersebut.
Format, Peserta, Hadiah, hingga Pengaruh ke Ranking FIFA
Pada edisi perdana, FIFA ASEAN Cup dirancang diikuti 14 negara yang dibagi ke dalam dua divisi berdasarkan peringkat FIFA. Divisi Satu diisi Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, India, dan satu negara pengganti China. Sedangkan Divisi Dua dihuni Hong Kong, Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, dan Timor-Leste. Pembagian tersebut bertujuan menciptakan persaingan yang lebih seimbang sekaligus meningkatkan kualitas pertandingan di setiap level.
Awalnya, China masuk daftar negara undangan bersama India dan Hong Kong. Namun, Federasi Sepak Bola China (CFA) memutuskan mengundurkan diri karena lebih memilih mengikuti agenda pertandingan persahabatan internasional sebagai persiapan menghadapi Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030. Mundurnya China membuat FIFA kini mencari negara pengganti agar jumlah peserta Divisi Satu tetap berjumlah delapan tim.
Selain menawarkan format baru, FIFA ASEAN Cup juga diproyeksikan menghadirkan hadiah yang jauh lebih besar dibanding Piala AFF. Berdasarkan dokumen yang dilaporkan media Singapura The Straits Times, juara Divisi Satu berpeluang memperoleh hadiah sebesar US$1 juta, sedangkan setiap peserta mendapat dana partisipasi sekitar US$125 ribu dan bonus untuk setiap kemenangan maupun hasil imbang. Meski demikian, FIFA hingga kini masih memfinalisasi format kompetisi, daftar peserta, dan rincian hadiah sebelum turnamen resmi bergulir pada September hingga Oktober 2026. (RAI)