JAKARTA, AFU.ID - Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya mengimbau pelanggan di sejumlah wilayah Jakarta untuk menyiapkan cadangan air bersih menyusul potensi gangguan pasokan pada 5-6 Juni 2026.
Gangguan tersebut terjadi karena adanya pekerjaan pemeliharaan gardu listrik milik PLN di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (5/6/2026) pukul 23.00 WIB selama sekitar dua jam.
Direktur Teknik PAM Jaya, Akhmad Santika, mengatakan pemeliharaan dilakukan setelah PLN menemukan bunyi desis pada Gardu SN45 yang menjadi pemasok listrik ke IPA Pejompongan I. Temuan itu diperoleh saat inspeksi PLN pada 25 Mei 2026.
“Karena hal ini tidak bisa ditunda lebih lama lagi, akhirnya kami berdiskusi dengan pihak PLN. Disepakati bahwa pada tanggal 5 Juni 2026 pukul 23.00 WIB akan dimulai pemeliharaan gardu SN45 oleh pihak PLN yang membutuhkan waktu selama dua jam,” kata Akhmad di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Akhmad menjelaskan, perbaikan harus segera dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih serius yang berpotensi menghentikan pasokan listrik ke IPA Pejompongan I secara mendadak.
Selama pekerjaan berlangsung, IPA Pejompongan I akan berhenti beroperasi. Instalasi tersebut memiliki kapasitas produksi air sebesar 1.500 liter per detik.
Untuk menekan dampak gangguan, PAM Jaya melakukan rekayasa jaringan dengan mengalihkan suplai dari IPA Pejompongan II dan IPA Buaran I di Jakarta Timur. Dari pengalihan tersebut, PAM Jaya memperkirakan tambahan pasokan mencapai sekitar 1.100 liter per detik.
“Alhamdulillah bisa kami kompensasi dari dua IPA tersebut kurang lebih di angka 1.100 liter per detik. Tetapi hal ini tidak bisa normal seperti operasinya IPA Pejompongan I secara langsung,” ujar Akhmad.
Meski pekerjaan pemeliharaan hanya berlangsung sekitar dua jam, proses pemulihan distribusi air di sejumlah wilayah diperkirakan dapat memakan waktu hingga 2x24 jam.
Akhmad mengatakan penghentian operasi sengaja dilakukan pada malam hari karena kebutuhan air pelanggan berada pada titik terendah. Dengan begitu, dampak terhadap masyarakat diharapkan lebih kecil dibandingkan jika pekerjaan dilakukan pada siang hari.
“Pekerjaan pemeliharaannya memang hanya dua jam. Tetapi dampaknya bisa sampai dua hari karena memang karakteristik air seperti itu,” katanya.
Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menyiapkan cadangan air sebelum pekerjaan pemeliharaan dimulai.
PAM Jaya juga menyiagakan sekitar 70 unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter untuk membantu kebutuhan darurat masyarakat selama masa gangguan berlangsung.
“Kami memiliki kurang lebih 70 mobil tangki yang siap memberikan bantuan kepada pelanggan PAM JAYA di seluruh wilayah terdampak secara gratis atau free of charge. Tidak ada pungutan satu rupiah pun,” ujar Syahrul.
Daftar Wilayah Terdampak
Berdasarkan daftar wilayah terdampak, gangguan distribusi air berpotensi terjadi di empat wilayah administrasi Jakarta, yakni Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara.
Di Jakarta Barat, kelurahan yang berpotensi terdampak meliputi Glodok, Jembatan Lima, Kota Bambu Selatan, Kota Bambu Utara, Krukut, Mangga Besar, Maphar, Pekojan, Petamburan, Pinangsia, Roa Malaka, Slipi, Tambora, Tanah Sereal, Tomang, Keagungan, Jatipulo, Duri Pulo, Duri Selatan, Duri Utara, Kali Anyar, dan Krendang.
Di Jakarta Pusat, wilayah terdampak mencakup Bendungan Hilir, Cideng, Cikini, Gambir, Gelora, Gondangdia, Kampung Bali, Karet Tengsin, Kebon Kacang, Kebon Kelapa, Petojo Selatan, Petojo Utara, dan Kebon Sirih.
Sementara di Jakarta Selatan, gangguan berpotensi terjadi di Kelurahan Senayan, Karet Kuningan, Karet Semanggi, Kuningan Barat, dan Kuningan Timur.
Adapun di Jakarta Utara, wilayah terdampak meliputi Penjaringan, Ancol, dan Pejagalan.
PAM Jaya memastikan layanan mobil tangki diberikan secara gratis kepada pelanggan di wilayah terdampak. Pelanggan juga diminta menggunakan air secara bijak hingga distribusi kembali normal.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau segera menyiapkan persediaan air bersih sebelum penghentian layanan dimulai agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi selama proses pemeliharaan berlangsung. (FAD)