AFU.id

Indeks Berita

Jaksa Agung Curhat Lagi: Kejagung Hasilkan Uang, tapi Tak Diberi Uang

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin kembali curhat soal minimnya anggaran Kejaksaan Agung dalam mengurus barang sitaan. Burhanuddin menyebut Kejaksaan Agung selama ini banyak memulihkan uang negara dari hasil penanganan perkara. Namun, lembaganya justru belum mendapat anggaran yang memadai untuk menjaga dan merawat aset-aset yang disita. “Karena saya selalu berteriak, kami menghasilkan uang tapi kami tidak diberi uang untuk melakukan pengamanan barang-barang yang kami sita,” kata Burhanuddin dalam

Jaksa Agung Curhat Lagi: Kejagung Hasilkan Uang, tapi Tak Diberi Uang

Menkes Usul Pasien TBC Dapat MBG, DPR: Mudah-mudahan Cuma Bercanda

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengkritik usulan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar pasien tuberkulosis atau TBC masuk sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Charles menilai usulan tersebut sulit diterapkan di lapangan. Menurut dia, skema MBG tidak dirancang khusus untuk menjangkau pasien TBC yang tersebar di berbagai wilayah. “Untuk apa memberikan MBG kepada penderita TBC saya rasa ini sesuatu yang sangat tidak realistis,” kata Charles kepada wartawan di Komplek

Menkes Usul Pasien TBC Dapat MBG, DPR: Mudah-mudahan Cuma Bercanda

Kepala Dishub Karawang Diperiksa Terkait Dugaan Hamili Remaja

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang memeriksa Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Karawang, Muhana, terkait dugaan tindakan asusila. Pemanggilan tersebut dilakukan melalui surat bernomor 800.1.6.2/2716/PPEKD yang diterbitkan pada Selasa (23/6/2026). Muhana langsung memenuhi panggilan BKPSDM untuk memberikan penjelasan atas tuduhan yang beredar. Meski pemeriksaan telah dilakukan, BKPSDM belum mengungkap hasil klarifikasi kepada publik. Instansi terse

Kepala Dishub Karawang Diperiksa Terkait Dugaan Hamili Remaja

MUI Duga Ada Aktor Internasional di Balik Penolakan Pidana LGBT

Majelis Ulama Indonesia atau MUI menduga ada indikasi aktor internasional, kucuran dana asing, hingga kepentingan tertentu di balik kampanye LGBT di Indonesia. Dugaan itu disampaikan setelah 37 organisasi masyarakat sipil menolak desakan MUI agar pemerintah dan DPR membuat regulasi pidana terhadap pelaku dan pihak yang mengampanyekan LGBT. MUI menilai penolakan tersebut tidak bisa hanya dibaca sebagai perbedaan sikap. Lembaga itu meminta pemerintah ikut menelaah latar belakang, aktor, jaringan,

MUI Duga Ada Aktor Internasional di Balik Penolakan Pidana LGBT

Jokowi Mulai Safari Besok, Mungkinkah Lampung dan NTT Menjadi “Kandang Gajah”?

Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi mulai bergerak ke daerah setelah purnajabatan. Lampung menjadi provinsi pertama yang akan dikunjungi Jokowi pada Jumat (26/6/2026). Selain Lampung, Jokowi juga berencana mengunjungi Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat. Di NTT, elite PSI bahkan sudah lebih dulu menyebut wilayah itu berpeluang menjadi “kandang gajah”. “Ke Lampung besok pagi. Mau ikut?,” kata Jokowi kepada awak media seusai turun dari mobilnya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Jokowi Mulai Safari Besok, Mungkinkah Lampung dan NTT Menjadi “Kandang Gajah”?

Hery Susanto Minta Maaf saat Akui Kesalahan dan Ungkap Idap Stroke Mata di Sidang Perdananya

Mantan Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto, meminta maaf dan mengakui kesalahannya saat menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan kasus dugaan suap tata kelola niaga komoditas nikel di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026). Ia juga mengaku mengidap stroke mata akibat diabetes dalam satu tahun terakhir. Dalam sidang perdana tersebut, Hery mengaku tetap sanggup, namun turut mengungkapkan kondisi penglihatannya yang sebenarnya tidak normal. "Sa

Hery Susanto Minta Maaf saat Akui Kesalahan dan Ungkap Idap Stroke Mata di Sidang Perdananya

Begini Rincian Aliran Suap Miliaran Rupiah Terdakwa Hery Susanto

Mantan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, didakwa menerima suap dalam bentuk uang tunai dan sebuah rumah dengan total nilai Rp4,8 miliar, terkait kasus tata kelola pertambangan nikel periode 2013-2025. Dakwaan ini dibacakan jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026). Jaksa menyebut suap tersebut diberikan agar Hery menggunakan kewenangannya sebagai Anggota Ombudsman RI secara bertentangan dengan aturan yang berlaku dalam menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan Ombuds

Begini Rincian Aliran Suap Miliaran Rupiah Terdakwa Hery Susanto

Hanyut ke Gorong-Gorong Saat Main Hujan, Balita di Batam Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan menemukan balita berusia dua tahun bernama Ibas yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus gorong-gorong di kawasan Tanjung Sengkuang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Korban ditemukan pada hari ketiga pencarian dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa itu bermula pada Senin (22/6/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB saat Ibas bermain hujan di depan rumahnya. Saat sedang bermain, korban terpeleset lalu terjatuh ke saluran drainase, dan terseret arus hingga masuk ke gorong-gorong. K

Hanyut ke Gorong-Gorong Saat Main Hujan, Balita di Batam Ditemukan Meninggal

PT TSL Diduga Suap Bea Cukai Juanda untuk Masukkan 76 Ribu Ponsel Ilegal ke Indonesia

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri menduga PT TSL memberikan sesuatu kepada oknum Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Juanda untuk melancarkan impor 76.756 telepon seluler bekas ilegal asal China senilai sekitar Rp235,8 miliar. Dugaan pemberian tersebut disebut berlangsung sejak 2024 hingga 2026. Penyidik masih mendalami aliran uang, peran sejumlah pegawai Bea Cukai, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam masuknya ponsel bekas melalui jalur kargo udara Bandara Juanda

PT TSL Diduga Suap Bea Cukai Juanda untuk Masukkan 76 Ribu Ponsel Ilegal ke Indonesia

Keluhan di Media Sosial Bisa Jadi Celah Penipuan, Begini Modus CS Palsu

Keluhan yang disampaikan pengguna di media sosial kini menjadi celah baru bagi pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksi penipuan. Modus yang digunakan adalah menyamar sebagai customer service (CS) resmi guna memperoleh data pribadi hingga menguras dana milik korban. Pelaku biasanya memantau unggahan atau komentar pengguna yang sedang mengeluhkan layanan suatu perusahaan. Setelah menemukan target, mereka langsung merespons dengan mengatasnamakan layanan pelanggan resmi dan menawarkan bantuan

Keluhan di Media Sosial Bisa Jadi Celah Penipuan, Begini Modus CS Palsu