Tenaga Pendamping Minim, Akselerasi Perhutanan Sosial Nasional Terancam Berjalan Lambat
Pelaksanaan program perhutanan sosial di tingkat tapak rawan berjalan lambat akibat minimnya jumlah tenaga pendamping lapangan. Kelangkaan aparatur pengawas itu telah menghambat pemanfaatan lahan konservasi untuk program pengentasan kemiskinan ekstrem daerah. Melansir website Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut RI), Minggu (12/7/2026), penataan akses kelola hutan rakyat terus menjalani evaluasi secara berkala. Evaluasi berkala itu berbarengan dengan peninjauan ekosistem pesisir di














