AFU.id

Indeks Berita

Sindikat Dolar Palsu Banten Tergulung, Penyedia Utama Hingga Broker Tertangkap

Tim dari Unit 1 Satuan Resmob Bareskrim Polri menangkap lima orang pelaku tindak pidana peredaran uang palsu dolar Amerika Serikat di wilayah Banten. Kepala Satuan Resmob Bareskrim Polri Komisaris Besar Polisi Arya Khadafi mengatakan lima pelaku tersebut terdiri atas tiga orang broker, satu orang pemasok uang palsu, dan seorang lainnya sebagai penyedia utama uang palsu. "Dalam pengungkapan ini, kami menangkap lima orang diduga terlibat dalam jaringan peredaran uang palsu," kata Arsya dalam keter

Sindikat Dolar Palsu Banten Tergulung, Penyedia Utama Hingga Broker Tertangkap

2 Orang Ditangkap, Polisi: Terduga Pelaku Melarikan Diri Usai Menikam Ketua DPD Golkar dengan Pisau

Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara (Malra) menangkap dua orang terduga penikam Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu. "Petugas dengan dipimpin langsung Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi menangkap dua terduga pelaku dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian. Keduanya masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36)," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umas

2 Orang Ditangkap, Polisi: Terduga Pelaku Melarikan Diri Usai Menikam Ketua DPD Golkar dengan Pisau

Kritik Pangan Berujung Jeratan Hukum, Pemerintah Berisiko Dinilai Antikritik

Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menilai pelaporan terhadap pakar hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, terkait kritik atas kebijakan swasembada pangan pemerintah tidak perlu dilakukan. “Feri Amsari juga bukan ahli pertanian sehingga tidak memiliki kompetensi di bidang tersebut. Jangankan dilaporkan ke polisi, ditanggapi pun tidak perlu,” kata Pigai dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu. Menurut dia, opini atau kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan

Kritik Pangan Berujung Jeratan Hukum, Pemerintah Berisiko Dinilai Antikritik

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, Golkar: Kutuk Keras dan Usut Tuntas

DPD I Partai Golkar Maluku meminta polisi untuk mengusut tuntas dugaan penikaman terhadap Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara (Malra), Agrapinus Rumatora (Nus Kei), oleh orang tak dikenal di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun. "Kami minta ini diusut tuntas dan sekaligus menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menimpa Ketua Partai Golkar Malra," kata Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Umar A. Lessy dalam pernyataan tertulis di Ambon, Minggu. Ia menilai peristiwa ini merup

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, Golkar: Kutuk Keras dan Usut Tuntas

Konflik Global Picu Harga LPG, Konsumen Bayar 18 Persen Lebih Mahal

PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg dari Rp192 ribu per tabung menjadi Rp228 ribu per tabung atau naik 18,75 persen. Kenaikan harga LPG tersebut yang pertama kalinya sejak 2023. Dikutip dari laman resmi Pertamina Patra Niaga yang diakses di Jakarta, Minggu, harga Rp228 ribu untuk LPG 12 kg berlaku di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Untuk provinsi lainnya juga mengalami p

Konflik Global Picu Harga LPG, Konsumen Bayar 18 Persen Lebih Mahal

Keracunan Massal MBG di Cianjur, 6 Balita Masih Menjalani Perawatan Intensif

Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat sebagian besar dari 63 balita dan ibu-ibu yang mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua desa di Kecamatan Leles sudah kembali pulih. "Hanya tinggal hanya beberapa yang masih menjalani perawatan," ujar Kepala Dinkes Cianjur Made Setiwan di Cianjur, Minggu. Ia mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel makanan dan muntah korban untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab keracunan. "Kami sudah mengambil sam

Keracunan Massal MBG di Cianjur, 6 Balita Masih Menjalani Perawatan Intensif

Hashim Djojodikusumo Akui Banyak Kelemahan dalam Program MBG, Keracunan sampai Belatung di Ompreng

Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menyebut kelemahan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejauh ini merupakan hal yang wajar, sehingga perlu pengawalan lebih ketat. Dalam sambutannya pada acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu malam, Hashim berharap pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) dapat membantu mengawal pelaksanaan MBG di desa-desa. "Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, a

Hashim Djojodikusumo Akui Banyak Kelemahan dalam Program MBG, Keracunan sampai Belatung di Ompreng

Dituduh Jadi Dalang Rentetan Laporan Terhadap JK, PSI Pastikan Jokowi Tak Terlibat Urusan Rismon dan Gamki

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla secara terang-terangan membongkar sejarah perannya dalam mengantarkan Joko Widodo menjadi presiden pada Minggu, 19 April 2026. Hal tersebut ia sampaikan di tengah bergulirnya polemik dugaan penistaan agama dan laporannya terhadap Rismon Sianipar terkait dugaan pemerasan. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu merasa perlu membuka fakta sejarah tersebut, sebagai respons atas narasi pendukung petahana yang kerap menudingnya tidak tahu balas budi. Ia meneg

Dituduh Jadi Dalang Rentetan Laporan Terhadap JK, PSI Pastikan Jokowi Tak Terlibat Urusan Rismon dan Gamki

Gus Yahya: Demi NU Saya Abaikan Adik Saya

Ketua Umum Yahya Cholil Staquf akhirnya buka suara soal isu lama yang terus berulang: tudingan kedekatan politik dalam proses terpilihnya ia di Muktamar NU. Dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, Gus Yahya menepis anggapan bahwa dirinya didorong kekuasaan, termasuk oleh Joko Widodo. Ia mengaku, sebelum muktamar berlangsung, justru hampir tak pernah berinteraksi dengan Jokowi dalam konteks politik NU. “Saya tidak tahu bagaimana Pak Jokowi dianggap berada di belakang saya,” ujarnya lugas. Alih-ali

Gus Yahya: Demi NU Saya Abaikan Adik Saya

Gus Yahya: NU Tak Boleh Terus Dikonsolidasikan ke Politik Kekuasaan

Percakapan panjang di kanal Akbar Faizal Uncensored membuka satu simpul lama yang jarang dibedah terang-terangan: hubungan antara kekuasaan dan Nahdlatul Ulama. Di hadapan Akbar Faizal, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf—akrab disapa Gus Yahya—bicara lugas: manfaat politik dari kader NU selama ini tak pernah benar-benar terukur. Diskusi bermula dari pengalaman politik praktis—bagaimana NU kerap menjadi variabel penting dalam pemenangan kekuasaan. Namun, di titik itu pula muncul pertanyaan krusi

Gus Yahya: NU Tak Boleh Terus Dikonsolidasikan ke Politik Kekuasaan