AFU.id

Indeks Berita

Kontainer Pendingin Rusak, 4,1 Ton Buah dan Jamur Dimusnahkan

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua memusnahkan komoditas pangan yang tidak layak dikonsumsi. Komoditi yang dimusnahkan itu terdiri atas 4,09 ton buah segar dan 100 kg jamur enoki asal Surabaya, Jawa Timur yang kondisinya rusak saat tiba di pelabuhan tujuan. "Rusaknya komoditi itu karena kontainer berpendingin dalam perjalanan mengalami kerusakan," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Karantina Papua, Krisna Dwiharniati, di Jayapura ,

Kontainer Pendingin Rusak, 4,1 Ton Buah dan Jamur Dimusnahkan

Harga Avtur Melonjak, Lufthansa Batalkan 200.000 Jadwal Penerbangan

Maskapai asal Jerman, Lufthansa, Selasa, (21/4/2026) mengatakan bahwa pihaknya akan membatalkan 20.000 penerbangan jarak pendek hingga Oktober lantaran harga avtur melonjak. Lufthansa tersebut menyatakan langkah itu diperkirakan akan menghemat sekitar 40.000 ton bahan bakar setelah harga avtur naik dua kali lipat menyusul pecahnya perang di Iran. Dalam sebuah pernyataan, Lufthansa mengatakan penyesuaian jadwal tersebut akan mengurangi jumlah "penerbangan jarak pendek yang tidak menguntungkan" di

Harga Avtur Melonjak, Lufthansa Batalkan 200.000 Jadwal Penerbangan

KPK: Jabatan Ketua Partai Sebaiknya Dua Periode Saja

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan usulan terkait pengaturan pembatasan kepemimpinan ketua umum partai politik menjadi maksimal dua kali periode masa kepengurusan disampaikan dalam rangka pencegahan korupsi. Selain itu, lembaga antirasuah itu mengatakan usulan yang tercantum dalam kajian tata kelola partai politik yang dilakukan oleh Direktorat Monitoring KPK tersebut memiliki landasan akademis. “Salah satu temuannya ya, di poin delapan, mengenai pembatasan periode seorang ketua part

KPK: Jabatan Ketua Partai Sebaiknya Dua Periode Saja

Tanggapi Isu Pungli, Pemda DKI Ancam Sanksi Berat bagi Sekolah Swasta Gratis Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan pemberian sanksi bagi sekolah swasta gratis yang kedapatan melakukan pungutan liar atau pungli. Sekolah swasta gratis yang dimaksud adalah sekolah swasta rekanan pemerintah dalam penyediaan pendidikan bagi masyarakat. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang melarang pungutan tambahan. “Pasti ada sanksi, tapi jangan sampai penerapan sanksi justru membuat anak-anak terbengkalai. Fokus kita tetap pada pelayanan pendidikan agar aks

Tanggapi Isu Pungli, Pemda DKI Ancam Sanksi Berat bagi Sekolah Swasta Gratis Jakarta

Restrukturisasi Utang Whoosh Masuk tahap Penyempurnaan, Bikin Kantong Rakyat Kempes

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani mengungkapkan skema restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh saat ini tengah berada dalam tahap penyempurnaan ( fine-tuning ). “Skemanya ini sedang di fine-tuning , ya. Tetapi nanti disampaikan langsung Pak Menko Infra (Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono),“ kata Rosan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala

Restrukturisasi Utang Whoosh Masuk tahap Penyempurnaan, Bikin Kantong Rakyat Kempes

Akal Bulus AS, Cari Cara Terapkan Sanksi Perdagangan Minyak ke Iran dan Rusia

Amerika Serikat (AS) terus mencari cara baru untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan Iran, kata Asisten Menteri Keuangan AS untuk Pendanaan Terorisme Jonathan Burke, Rabu, (22/4/2026). “Kami terus mengidentifikasi cara-cara baru untuk menerapkan sanksi terhadap Rusia dan Iran,” ujar Burke dalam sidang dengar pendapat di DPR AS. Ia menambahkan bahwa pengecualian sanksi terhadap minyak dari Rusia dan Iran tidak akan memberikan manfaat signifikan bagi kedua negara tersebut, serta dinilai sulit

Akal Bulus AS, Cari Cara Terapkan Sanksi Perdagangan Minyak ke Iran dan Rusia

Presiden Iran: AS yang Bikin Kacau Perundingan, Penuh Dusta dan Retorika Kosong

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pelanggaran komitmen, tindakan blokade di Selat Hormuz, serta ancaman dari Amerika Serikat (AS) menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi. “Iran selalu menyambut dan terus membuka diri terhadap dialog dan kesepakatan. Namun, itikad buruk, pengepungan, dan ancaman merupakan penghalang utama bagi negosiasi yang tulus. Dunia menyaksikan retorika kosong yang penuh kemunafikan serta kontradiksi antara klaim dan tindakan,” tulis Pezeshkian di media

Presiden Iran: AS yang Bikin Kacau Perundingan, Penuh Dusta dan Retorika Kosong

Mobil Satpol PP Parkir di Trotoar, Meludahi Muka Sendiri

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Satriadi Gunawan meminta maaf terkait viralnya video yang memperlihatkan sebuah mobil berpelat merah terparkir di atas trotoar, di depan kantor Satpol PP DKI Jakarta. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat terkait kendaraan operasional patroli yang terparkir di atas trotoar,” ujar Satriadi di Jakarta, Kamis, (23/4/26). Menurut dia, kepercayaan masyarakat seharusnya dibangun dengan memberikan cont

Mobil Satpol PP Parkir di Trotoar, Meludahi Muka Sendiri

AS Minta Warganya Tinggalkan Iran, Wilayah Udara Dibuka di Tengah Perpanjangan Gencatan Senjata

Amerika Serikat (AS) mengimbau warga negaranya yang saat ini masih berada di Iran agar segera meninggalkan negara itu, menyusul pembukaan kembali sebagian wilayah udara republik Islam tersebut. "Mulai 21 April, wilayah udara Iran telah dibuka kembali sebagian. Warga negara AS harus segera meninggalkan Iran, memantau media lokal untuk mendapatkan informasi terbaru, dan berkonsultasi dengan maskapai penerbangan komersial untuk informasi tambahan tentang penerbangan keluar dari Iran," imbau Kedutaa

AS Minta Warganya Tinggalkan Iran, Wilayah Udara Dibuka di Tengah Perpanjangan Gencatan Senjata

“Jembatan atau Jalan Buntu?”—Debat Panas Saiful Mujani vs Iwan Piliang

Podcast Akbar Faizal Uncensored kembali memantik api diskursus publik. Dalam satu forum yang sama, Saiful Mujani dan Narliswandi Iwan Piliang terlibat perdebatan tajam yang tak sekadar adu argumen, tetapi juga memperlihatkan jurang cara pandang terhadap kekuasaan dan arah demokrasi. Iwan Piliang membuka dengan nada moderat namun penuh kegelisahan. Ia mengakui bahwa riset dan data tidak selalu cukup untuk membuat publik memahami atau mengikuti arah kebijakan. Dalam ruang politik, katanya, dibutuh

“Jembatan atau Jalan Buntu?”—Debat Panas Saiful Mujani vs Iwan Piliang